Model Pembelajaran Teams Games Tournament (TGT)

Model Pembelajaran Teams Games Tournaments (TGT) adalah salah satu tipe dari model pembelajaran kooperatif. Layaknya model pembelajaran kooperatif lainnya, model pembelajaran ini menempatkan siswa dalam kelompok-kelompok belajar yang beranggotakan 5 sampai 6 orang siswa yang memiliki kemampuan, jenis kelamin, suku kata atau ras yang berbeda. Mengapa harus berbeda? karena model pembelajaran ini bertujuan untuk menggali heterogenitas dari siswa.

Slavin manyatakan bahwa pembelajaran kooperatif tipe TGT terdiri dari 5 tahap, yaitu: penyajian kelas (class precentation), belajar dalam kelompok (teams), permainan (games), pertandingan (tournament), dan penghargaan kelompok (team recognition).

 

SINTAKS MODEL PEMBELAJARAN TEAMS GAMES TOURNAMENTS

Berdasarkan apa yang diungkapkan oleh Slavin di tahun 1995, maka model pembelajaran kooperatif tipe TGT memiliki tahapan-tahapan/sintaks sebagai berikut:

  1. Penyajian kelas (Class Presentation)

Pada awal pembelajaran guru menyampaikan materi dalam penyajian kelas, biasanya dilakukan dengan pengajaran langsung atau dengan ceramah, diskusi yang dipimpin oleh guru. Pada saat penyajian kelas ini siswa harus benar-benar memperhatikan dan memahami materi yang disampaikan guru, karena  akan membentu siswa bekerja lebih baik pada saat kerja kelompok dan pada saat game karena skor game akan menentukan skor kelompok.

  1. Kelompok (team)

Kelompok terdiri atas 4 sampai 5 orang siswa yang anggotanya heterogen dilihat dari prestasi akademik, jenis kelamin, etnik dan dalam bentuk apapun sesuai dengan jenis heterogen apa yang ingin dinilai oleh guru. Fungsi kelompok adalah untuk lebih mendalami materi bersama teman kelompoknya dan lebih khusus untuk mempersiapkan anggota kelompok agar bekerja dengan lebih baik dan optimal pada saat game

  1. Permainan (Games)

Game terdiri dari pertanyaan-pertanyaan yang dirancang untuk menguji pengetahuan yang di dapat siswa dari penyajian kelas dan belajar kelompok. Kebanyakan game terdiri dari pertanyaan-pertanyaan sederhana bernomor. Siswa memilih kartu bernomor dan mencoba menjawab pertanyaan yang sesuai dengan nomor itu. Siswa yang menjawab benar pertanyaan itu akan mendapat skor. Skor ini yang nantinya dikumpulkan siswa untuk turnamen mingguan.

  1. Pertandingan (Tournament)

Biasanya turnamen dilakukan pada akhir minggu atau pada setiap unit setelah guru melakukan presentasi kelas dan kelompok sudah mengerjakan lembar kerja. Turnamen pertama guru membagi siswa ke dalam beberapa meja turnamen. Tiga siswa tertinggi prestasinya dikelompokkan dalam satu meja I, tiga siswa selanjutnya pada meja II dan seterusnya.

  1. Team Recognize (penghargaan kekompok)

Guru kemudian mengumumkan kelompok yang menang, masing-masing team akan mendapat sertifikat atau hadiah apabila rata-rata skor memenuhi criteria yang ditentukan. Team mendapat julukan “Super Team” jika rata-rata skor 45 atau lebih, “Great Team” apabila rata-rata mencapai 40-45 dan “Good Team” apabila rata-ratanya 30-40.

Tabel Perhitungan Poin Permainan Untuk Empat Pemain

Pemain dengan Poin bila jumlah kartu yang diperoleh
Top Scorer 40
High Middle Scorer 30
Low Middle Scorer 20
Low Scorer 10

Tabel Perhitungan Poin Permainan Untuk Tiga Pemain

Pemain dengan Poin bila jumlah kartu yang diperoleh
Top scorer 60
Middle Scorer 40
Low scorer 20

 (sumber : Slavin, 1995:90)

 

KELEBIHAN DAN KELEMAHAN MODEL PEMBELAJARAN TEAMS GAMES TOURNAMENTS

Kelebihan Model Pembelajaran Teams Games Tournaments

Model pembelajaran kooperatif tipe Teams Games Tournament (TGT) ini mempunyai kelebihan dan kelemahan, hal ini telah dijelaskan oleh Suarjana (2000:10) dalam Istiqomah (2006), yang merupakan kelebihan dari pembelajaran TGT, antara lain:

  • Lebih meningkatkan pencurahan waktu untuk tugas
  • Mengedepankan penerimaan terhadap perbedaan individu
  • Dengan waktu yang sedikit dapat menguasai materi secara mendalam
  • Proses belajar mengajar berlangsung dengan keaktifan dari siswa
  • Mendidik siswa untuk berlatih bersosialisasi dengan orang lain
  • Motivasi belajar lebih tinggi
  • Hasil belajar lebih baik
  • Meningkatkan kebaikan budi, kepekaan dan toleransi

Kelemahan Model Pembelajaran Teams Games Tournaments

Setiap Model pembelajaran pasti memiliki kelemahan, tak terkecuali model pembelajaran TGT ini, seperti dijelaskan di bawah ini:

Bagi guru

  • Sulitnya pengelompokan siswa yang mempunyai kemampuan heterogen dari segi akademis. Kelemahan ini akan dapat diatasi jika guru yang bertindak sebagai pemegang kendali teliti dalam menentukan pembagian kelompok
  • Waktu yang dihabiskan untuk diskusi oleh siswa cukup banyak sehingga melewati waktu yang sudah ditetapkan. Kesulitan ini dapat diatasi jika guru mampu menguasai kelas secara menyeluruh

Bagi siswa

  • Masih adanya siswa berkemampuan tinggi kurang terbiasa dan sulit memberikan penjelasan kepada siswa lainnya. Untuk mengatasi kelemahan ini, tugas guru adalah membimbing dengan baik siswa yang mempunyai kemampuan akademik tinggi agar dapat dan mampu menularkan pengetahuannya kepada siswa yang lain.
Model Pembelajaran Teams Games Tournament (TGT) | admin | 4.5