Jenis-Jenis Model Pembelajaran Kooperatif

Dari judul di atas kita pasti sudah tahu bagaimana garis besar dari model pembelajaran yang akan saya bahas di artikel ini. Ya, Cooperative jika saya artikan secara sederhana bisa diartikan sebagai bentuk suatu kerja sama. Para peserta didik biasanya mengenal cooperative learning ini dengan sebutan “kerja kelompok”.

Namun “kerja kelompok” di sekolah bukan hanya sekedar belajar bersama dalam mengerjakan soal, nah itulah yang akan saya bahas di artikel ini. 

Cooperative learning adalah model pembelajaran yang menitikberatkan pada kerja sama antara dua orang atau lebih yang terstruktur. Mohon digarisbawahi kata terstruktur sebelum kalimat ini karena sangat penting dalam pembelajaran ini. Selanjutnya pengertian terstruktur dari cooperative learning ini dijelaskan oleh Johnson & Johnson pada tahun 1993, yang melingkupi saling ketergantungan positif, tanggung jawab individu, interaksi personal, keahlian bekerja sama dan proses kelompok.

1. Saling ketergantungan positif

    Beberapa peserta didik biasanya saat guru menggunakan model pembelajaran cooperative learning memilih rekan yang pintar atau rajin sebagai teman kelompoknya, apakah ini positif? di satu sisi positif, namun di sisi lain negatif karena hal ini bisa membuat ketidakseimbangan tugas karena bagi peserta didik yang malas mereka akan mengambil keuntungan dari para peserta didik yang rajin. Peran pendidik disini sangat penting untuk terus memantau keberlangsungan proses belajar mengajar.

 

2. Tanggung jawab individu

    Berkaitan dengan poin satu, cooperative learning ini bukan berarti penilaian untuk kelompok dan tak ada penilaian individu, itu salah besar. Cooperative learning intinya melakukan pembelajaran individu namun dengan cara belajar bersama, maka penilaian per-siswa mutlak harus ada.

 

3. Interaksi personal

    Ciri khas dari cooperative adalah kerja sama, dan tak akan ada kerja sama jika tak ada interaksi baik itu interaksi lisan ataupun tulisan. Interaksi ini bisa membuat pengetahuan peserta didik merata karena para peserta didik bisa men-share pengetahuan yang telah didapatnya pada rekan kelompoknya. 

 

4. Keahlian bekerja sama

    Tentu sudah jelas, cooperative learning melatih keahlian berkerja sama dengan rekan kelompok. keahlian bekerja sama ini bisa diterapkan dalam kehidupan sosial sehari-hari

 

5. Proses kelompok

    Dimana peran pendidik saat terjadi proses pembelajaran kelompok? Tentu harusnya sebagai pengawas dan juga sebagai fasilitator. Pendidik harus mengawasi proses kelompok, karena ketika konsep yang dipahami salah satu siswa salah, maka ada kemungkinan pemahaman konsep dari teman se-kelompoknya juga salah.

 

Di artikel selanjutnya kami akan membahas mengenai langkah-langkah model pembelajaran cooperative learning.

Jenis-Jenis Model Pembelajaran Kooperatif | admin | 4.5